Ai-Iro Warna Populer Peredam Emosional Penuh Cerita di Jepang

Ai-Iro warna populer peredam emosional di negara Jepang merupakan satu warna terapi yang memiliki cerita panjang, satu jenis warna ini merupakan warna yang cukup indah dan memiliki pengaruh terhadap emosional masyarakat di Jepang. Ai-Iro memiliki makna biru indigo atau biru nila. Minna San, tokoh besar seperti Eiichi Shibusawa memiliki hubungan dengan perkembangan dan kepopuleran warna biru ini. Selain memiliki kepopuleran dan sejarah yang panjang, Warna Ai-Iro juga dapat mempengaruhi niat ekstrem warga Jepang
Sejarah Warna Ai-Iro di Jepang
Pewarna indigo pertama hadir dan berkembang di Jepang ialah pada periode Edo (1603-1868). Pada tahun 1615, ketika Hachisuka Iemasa memasuki Jepang, indigo dipindahkan dari Harima dan ditanam di Wujima, Awagun (sekarang Kota Yoshinogawa), dan produksi indigo menyebar luas di sepanjang hilir Sungai Yoshino, terutama di Awagun.
Dengan irigasi Sungai Yoshino oleh klan dan kendali atas produksi atas penjualan, pada pertengahan periode Edo (1603-1868), daerah tersebut telah menjadi pusat produksi Indigo dengan kualitas tertinggi. Selama perkembangannya terdapat proses fermentasi indigo yang bermanfaat karena dapat mewarnai serat kapas dengan baik dan menghasilkan warna gelap.
Baca Juga : Seni Penerimaan Diri ala Wabi-Sabi dalam Film Studio Ghibli “Howl’s Moving Castle”
Warna indigo di Jepang pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga metode, pertama pewarnaan indigo Ezo oleh suku Ainu, kedua indigo Ryukyu atau Lamiaceae di wilayah Okinawa, dan terakhir pewarnaan indigo menggunakan pewarna yang terbuat dari daun indigo Tadeaceae.
Masing-masing metode ini memiliki jalur transmisi dan cara pengembangannya sendiri, dan masih digunakan hingga saat ini. Ezo yang dibuat suku Ainu, diperkenalkan oleh suku Dattan di Sungai Heilongjiang, karena tumbuh liar di stepa dari Eropa hingga Siberia.
Kemudian Indigo Ryukyu ditanam di daerah subtropis India, Semenanjung Indochina, dan Tiongkok selatan, diproduksi dengan metode presipitasi. Indigo Ryukyu dikatakan berasal dari pemukiman penduduk asli di Desa Naha Kume melalui pertukaran dengan Provinsi Fujian.
Indigo Tadeaceace berasal dari Tiongkok dan dibudidayakan di daerah subtropis dan beriklim sedang. Dipercaya bahwa tanaman ini diperkenalkan dari Tiongkok sebelum periode Nara (710-700).
Warna Ai-Iro yang Menjadi Populer

Akhir periode Edo hingga awal periode Meiji merupakan masa kepopuleran warna ini, ketika Eiichi Shibusawa yang dikenal sebagai bapak industrialis Jepang aktif dalam karir dan bisnisnya. warna biru indigo terdapat di seluruh wilayah Jepang.
Populernya warna biru indigo tersebut berdasarkan nama pena Shibusawa, "Seien," yang berasal dari fakta bahwa ada sebuah kolam di dekat rumah keluarganya, yang memproduksi dan menjual bola indigo. "Seien" juga dapat dibaca sebagai "biru tua," yang mirip dengan warna biru tua dari pewarna indigo.
Robert W. Atkinson (1850-1929), seorang ahli kimia Inggris yang mengunjungi Jepang pada awal periode Meiji atas undangan pemerintah Jepang, menjelaskan jika, Indigo digunakan sebagai pewarna di Jepang, dan penggunaannya sangat besar
Banyak toko pewarna yang disebut Aoya dan Konya bermunculan di Edo, dan indigo menjadi sangat populer di kota itu. Seniman ukiyo-e terkenal Katsushika Hokusai (1760-1849) dan Utagawa Hiroshige (1797-1858) dengan cepat mengadopsi warna-warna trendi tersebut untuk karyanya.
Ai-Iro Warna Peredam Emosional
Minna San, angka depresi di negara Jepang cukup tinggi, terdapat lebih dari 12.000 kematian akibat suicides pada tahun 2022-2023. Tempat pemilihan kejadian tersebut lebih dominan di wilayah transportasi publik berjalan seperti stasiun kereta. Setelah adanya angka percobaan bundir yang tinggi, pihak operator kereta mencoba melakukan eksperimen.
Operator kereta Japan Railways dan swasta memasang lampu LED biru dengan corak warna Ai-Iro di lokasi peron stasiun. Hasil dari eksperimen tersebut terdapat penurunan angka yang cukup drastis, yakni terdapat penurunan 84% kasus suicides di stasiun-stasiun Jepang yang diberikan lampu LED bewarna biru nila atau biru indigo.
Secara psikologis dan neurosains, warna biru tua itu dikaitkan dengan kontrol diri, ketenangan serta menurunnya agresivitas. Kemudian cahaya biru dapat menekan aktivitas impulsif jangka pendek. Pada kondisi krusial,penundaan beberapa detik saja dapat gagalkan tindakan fatal.
Gimana Minna San? jadi suka warna Ai-Iro kah? warna ini juga menjadi ciri khas seragam Tim Nasional sepak bola Jepang. kalau Minna San tertarik dengan budaya dan semua hal tentang Jepang, coba cek artikel lainnya di Nande Nihon, nantikan artikel terbaru kami ya.. Jaa Mata ne
Referensi:
北斎も広重も愛した藍…ジャパンブルーの意外な歴史-.yomiuri
Number of Suicides in Japan Rises in 2022-nippon
Elliot, A.J. and Maier, M.A. (2014) Color Psychology: Effects of Perceiving Color on Psychological Functioning in Humans. Annual Review of Psychology, 65, 95-120.
Matsubayashi T, Sawada Y, Ueda M. (2013). Does the installation of blue lights on train platforms prevent suicide? A before-and-after observational study from Japan. Journal of Affective Disorders, 147(1-3):385-8.