Agustina Sitti Anggawen
•28 November 2025
Festival Momiji: Pesona Daun Maple Merah Di Jepang

Travel
Di Jepang, musim semi adalah waktunya menikmati cantik bunga sakura, sedangkan musim gugur adalah waktunya untuk menikmati Kōyō , yaitu perubahan warna daun dari hijau ke merah. Mu
Di Jepang, musim semi adalah waktunya menikmati cantik bunga sakura, sedangkan musim gugur adalah waktunya untuk menikmati Kōyō, yaitu perubahan warna daun dari hijau ke merah. Musim gugur berlangsung jauh lebih lama dari September hingga Desember awal, puncaknya pada pertengahan bulan November, ketika dedaunan musim gugur mencapai warna terbaiknya dan masyarakat Jepang merayakan Festival Momiji.
Minasan juga bisa mencicipi Momiji Manju, kue tradisional berisi pasta kacang merah yang dibentuk menyerupai daun maple berwarna coklat. Momiji Manju berasal dari prefektur hiroshima dan merupakan makanan tradisional tertua setelah mochi. Tepatnya, pada abad ke 14, manju atau mantou dalam bahasa Tiongkok memasuki pasar Jepang dengan isian daging. Namun, cemilan penutup tersebut ditolak oleh penganut ajaran Budha dan diganti dengan pasta kacang merah. Manju berbentuk daun maple pertama kali dibuat pada akhir periode Meiji, sekitar 1862-1912, oleh seorang pembuat wagashi terkenal, Takatsu Tsunetsuke. Saat ini, Momiji Manju memiliki banyak varian rasa, tapi untuk menikmati momen musim gugur rasa original tetap menjadi pilihan utama.
Apa itu festival Momiji?
Festival momiji merujuk pada keindahan daun maple yang telah terselimuti warna merah menyala. Pada musim ini seluruh negeri matahari terbit telah berhias warna merah, kuning emas, jingga, dan warna-warna hangat lainnya. Tradisi unik di periode ini dikenal dengan istilah "紅葉狩り" (momijigari) yang berarti "berburu daun merah". Momijigari adalah tradisi yang konon diperuntukkan hanya bagi kalangan atas saja, diperkirakan muncul pada periode Heian (794-1195) dan berakhir pada periode Edo (1603-1868). Momijigari dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mendaki pegunungan, piknik di bawah pohon maple, berjalan-jalan di taman, dan lainnya yang membuat kita terkoneksi dengan keindahan alam dan menikmati keindahan musim gugur.Keindahan Momiji: Siang vs Malam
Pada siang hari, warna-warni daun momiji menghadirkan suasana ceria penuh warna. Namun pada malam hari, keindahannya memancarkan nuansa hangat romantis terlebih berkat cahaya lampu yang dipantulkan oleh dedaunan berwarna merah dan kuning keemasan yang membentang di sepanjang jalan. Tempat yang paling direkomendasikan untuk menikmati momiji adalah mengunjungi pegunungan yang dipenuhi pohon maple. Pemandangan yang cantik ini wajib minasan lihat secara langsung. Lebih oke lagi kalau ditemani pasangan, karena musim gugur juga dikenal sebagai sebagai musim romantis di Jepang.Momiji Manju: Kue Pasta Kacang Merah Berbentuk Daun Maple
Minasan juga bisa mencicipi Momiji Manju, kue tradisional berisi pasta kacang merah yang dibentuk menyerupai daun maple berwarna coklat. Momiji Manju berasal dari prefektur hiroshima dan merupakan makanan tradisional tertua setelah mochi. Tepatnya, pada abad ke 14, manju atau mantou dalam bahasa Tiongkok memasuki pasar Jepang dengan isian daging. Namun, cemilan penutup tersebut ditolak oleh penganut ajaran Budha dan diganti dengan pasta kacang merah. Manju berbentuk daun maple pertama kali dibuat pada akhir periode Meiji, sekitar 1862-1912, oleh seorang pembuat wagashi terkenal, Takatsu Tsunetsuke. Saat ini, Momiji Manju memiliki banyak varian rasa, tapi untuk menikmati momen musim gugur rasa original tetap menjadi pilihan utama.