Waspada penipuan melalui SNS

Mohamed_hassan@Pixabay
Minna-san, pasti tahu sekarang marak sekali penipuan berbasis online. Namun penipuan online tidak hanya berjalan melalui sms, atau telepon online. Karena sekarang media sosial pun bisa menjadi wadah penipuan online itu sendiri.
Ketika melihat kejadian tersebut kita bisa menyebutnya dengan penipuan berbasis SNS, Jadi apa itu SNS? SNS adalah kependekan dari Social Networking Service yang dalam bahasa Indonesia berarti Layanan Jejaring Sosial. Yang artinya termasuk sosial media yang Minna-san sering gunakan seperti Facebook, Instagram, Tiktok dan lainnya.
Modus Penipuan SNS
Di Jepang sendiri terdapat kasus penipuan serupa yang berjalan. Contohnya pada Februari 2026. Operator sistem pemesanan dari perusahaan VELTRA mengungkapkan bahwa terdapat penipu yang mengaku sebagai perwakilan anak perusahaan Veltra yaitu “Linktivity”
Dan setelah itu modusnya pun terbongkar dengan cara memikat korban ke media sosial, dan kemudian menginstruksikan mereka untuk melakukan transfer palsu ke departemen akuntansi, sehingga merugikan mereka sekitar 50 juta yen. Sejak Desember 2025, penipuan serupa sering terjadi, seringkali memanfaatkan LINE dan Chatwork.
Selain hal itu terdapat cara lain yaitu dengan menekan link phising dan juga meminta kode OTP agar dapat masuk ke akun utama korban. Dengan informasi ini diharapkan sebagai ajaran untuk mencegah terjadinya lebih banyak kejadian penipuan online serupa.
Kalimat ini juga mengingatkan kita agar lebih teliti dalam membaca pesan ataupun kabar yang didapat dari sosial media atau platform yang ada. Karena apabila sudah terjadi maka akan lebih sulit menanganinya.
Apalagi penipu yang dimaksud dalam hal ini tidak hanya merujuk pada "Penipu Biasa" melainkan “Penipu Online”, dan terkadang terdapat bot ataupun hacker berkualitas tinggi yang mempermudah pekerjaan penipu online ini.

https://pixabay.com/images/download/x-5332764_1920.jpg vickygharat@Pixabay
Baca Juga : H-7 Menuju JLPT: Strategi Survival Biar Tetap Waras dan Siap Tempur
Dampak Bagi yang Terkena Penipuan
Contoh lainnya ada pada perusahaan Hatena yang mengirim uang ke rekening luar yang mengaku sebagai direktur pada perusahaan Hatena.Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar 1,1 miliar yen. Setelah mengetahui kerugian pada tanggal 21 April 2026 , perusahaan langsung berkonsultasi dengan polisi.
Dari kejadian tersebut pihak Hatena mengalami kerugian sebesar 8 kali lipat dari laba perusahaan yang tentunya akan mempengaruhi finansial perusahaan, Meskipun pada berita yang ada dana operasional masih aman sehingga bisnis masih berjalan. Namun kekecewaan akan tetap ada
Dan dari kejadian tersebut maka dibentuklah satuan investigasi khusus untuk menyelidiki kejadian tersebut dibantu dengan pengacara eksternal. Dan selain itu pembentukkan tim investigasi diharapkan agar perusahaan tidak mengalami kejadian yang sama.
Peristiwa tersebut tentunya adalah peristiwa yang besar dan merugikan dan akan jauh lebih mengerikan apabila terjadi pada satu individu atau perusahaan yang sedang bertahan atau Berada pada survival mode.
Dimana biasanya terjadi hal - hal seperti kesehatan mental yang terganggu, produktivitas perusahaan yang surut, hingga bisa menyebabkan kematian karena kekecewaan yang dialami pengguna.
Meskipun begitu apabila sudah terjadi baiknya segera melaporkan kejadian sehingga modus dapat dikenal warga lainnya. Dan juga tetap semangat agar tidak mempengaruhi kesehatan ataupun hal yang tidak baik dalam beraktivitas dalam keseharian yang ada.
Penutup
Minna-san, peristiwa penipuan ini tidak hanya terjadi di Jepang melainkan di berbagai tempat seperti Indonesia. Oleh karena itu berhati - hatilah dalam menggunakan sosial media atau mengakses suatu link.
Dan tidak lupa untuk segera melaporkan kejadian yang ada, agar tidak terdapat kejadian serupa yang dialami oleh warga sekitar. Dan harapannya agar mendapat solusi dari bencana atau masalah yang diterima.
Minna-san, Untuk informasi lebih banyak tentang informasi di Jepang atau kelas bahasa Jepang menarik, kunjungi konten lain di Nande Nihon dan ikut kelas bahasa yang diselenggarakan kami.
Referensi:
Asahi Shimbun. 2026. “ビジネスメール詐欺、SNSの送金指示で5000万円被害 ベルトラ子会社”
Asahi Shimbun. “はてな、虚偽の送金指示で11億円詐取被害”.
https://id.timedoor.net/dictionary/SNS/