Banjir dan Longsor Terjang Jepang akibat Hujan Ekstrem

Minna-san, Jepang kembali menghadapi cuaca ekstrem pada awal September 2026. Kali ini, hujan deras yang mengguyur wilayah Jepang bagian tengah, terutama Prefektur Aichi, Gifu, dan Shizuoka, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, mengganggu transportasi, serta memicu tanah longsor.
Hujan deras yang terjadi sejak Selasa malam, 8 September 2026, dan berlanjut hingga Rabu pagi di beberapa wilayah. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai dampak, mulai dari jalan dan rumah - rumah yang terendam hingga terjadinya longsor di kawasan Gunung Fuji.
Hujan Ekstrem Guncang Nagoya dan Sebabkan Banjir
Pada tanggal 8 September 2026, hujan deras mengguyur Prefektur Aichi dan Gifu. Di Kota Nagoya, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di berbagai bagian kota. Sejumlah jalan dan rumah terendam, sementara beberapa pejalan kaki dan kendaraan dilaporkan terjebak akibat genangan air.
Menurut laporan Associated Press, hujan yang terjadi di sejumlah bagian Nagoya mencapai tingkat yang memecahkan rekor. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan sejumlah wilayah mengalami banjir yang cukup luas.
Dampak hujan lebat juga dapat dirasakan oleh sistem transportasi di Nagoya. Layanan bus dan kereta bawah tanah sempat dihentikan akibat kondisi banjir yang terjadi. Sejumlah kendaraan dan pejalan kaki juga terjebak di wilayah yang terdampak genangan.
Sekitar 3.500 orang dilaporkan menggunakan pusat-pusat evakuasi akibat dampak hujan dan banjir. Sementara itu, laporan dari media Jepang menyebutkan bahwa di Prefektur Aichi terdapat 3 orang yang mengalami luka dan 44 rumah mengalami kerusakan sebagian atau terdampak banjir.
Hujan deras tidak hanya menyebabkan banjir, tetapi juga memicu tanah longsor di beberapa wilayah. Di Prefektur Shizuoka, sebuah longsor terjadi di Kota Kawanehon pada Selasa malam. Seorang pekerja yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadar kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh pihak berwenang.
Di Gunung Fuji, hujan deras juga menyebabkan tanah longsor pada sekitar tengah malam tanggal 9 September. Longsor terjadi di area parkir Fujinomiya 5th Station dan menyebabkan tiga kendaraan tertimbun material longsor. Tidak ada orang di dalam ketiga kendaraan tersebut sehingga tidak ada korban luka akibat kejadian tersebut.

Longsor Melanda Gunung Fuji
Menurut laporan Reuters, hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di Prefektur Shizuoka sejak malam hingga Rabu pagi. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan tanah longsor di salah satu titik yang menjadi akses bagi pendaki Gunung Fuji.
Material longsor menutupi tiga kendaraan yang berada di area tersebut. Beruntung, tidak ada orang di dalam kendaraan sehingga tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa akibat longsor tersebut.
Salah satu akses utama menuju Gunung Fuji, Fuji Subaru Line, juga ditutup akibat hujan deras. Penutupan dilakukan karena kondisi cuaca yang menyebabkan akses menuju kawasan Gunung Fuji menjadi tidak aman.
Pada waktu yang berdekatan, dua pendaki ditemukan dalam kondisi tidak sadar di jalur Gunung Fuji pada Rabu pagi. Polisi Prefektur Shizuoka kemudian mengerahkan tim penyelamat gunung untuk menangani kejadian tersebut. Namun, kepolisian tidak mengaitkan kondisi pendaki tersebut dengan tanah longsor yang terjadi di Gunung Fuji.
Selain itu, hujan deras juga menyebabkan longsor lain di Kota Kawanehon, Shizuoka. Seorang pekerja yang sebelumnya ditemukan tidak sadar kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Dampak Hujan Terhadap Persiapan Asian Games
Hujan deras juga berdampak signifikan pada persiapan Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Nagoya dan wilayah sekitarnya mulai tanggal 19 September 2026 hingga 4 Oktober 2026.
Menurut laporan Associated Press, sekitar 400 atlet dan staf yang tinggal di akomodasi sementara yang menggunakan kontainer sempat dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi selama hujan deras berlangsung.
Beberapa venue Asian Games juga mengalami kebocoran pada bagian atap. Namun, menurut Wali Kota Nagoya Ichiro Hirosawa, tidak terdapat kerusakan serius pada berbagai venue yang digunakan untuk pertandingan.
Wali Kota Nagoya juga menyatakan bahwa kondisi venue tidak menjadi sesuatu kekhawatiran dan Asian Games tetap diyakini dapat berlangsung sesuai dengan jadwal dan rencana yang telah disusun.
Dengan lebih dari 11.000 atlet dari 45 negara dan wilayah di Asia yang telah dijadwalkan mengikuti ajang tersebut, kondisi cuaca di Nagoya menjadi perhatian menjelang pembukaan Asian Games.
Penutup
Minna-san, hujan deras yang melanda Aichi, Gifu, dan Shizuoka pada 8–9 September 2026 menyebabkan banjir, gangguan transportasi, serta tanah longsor, termasuk longsor di Gunung Fuji yang menimbun tiga kendaraan. Ribuan orang mengungsi, sementara sekitar 400 atlet dan staf Asian Games sempat dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
Meski demikian, persiapan Asian Games di Nagoya tetap berjalan dan tidak ada kerusakan serius pada venue. Peristiwa ini menunjukkan besarnya dampak hujan ekstrem terhadap masyarakat, transportasi, dan kegiatan berskala internasional di Jepang.
Minna-san, Untuk informasi lebih banyak tentang informasi di Jepang atau kelas bahasa Jepang menarik, kunjungi konten lain di Nande Nihon dan ikut kelas bahasa yang diselenggarakan kami.
Referensi:
Reuters — Landslide hits Japan's Mount Fuji after heavy rain
Diakses dari:
Associated Press (AP) — Asian Games venues and athletes unharmed by extensive flooding in Nagoya
Diakses dari:
https://apnews.com/article/asian-games-nagoya-flooding-japan-8c624c12cec5dd7d724698dc2f0d7ef1
各地で大雨被害 富士山5合目で車3台巻き込む土砂崩れ
Diakses dari:
https://news.tv-asahi.co.jp/news_society/articles/000532144.html?utm_source=chatgpt.com
富士山で土砂崩れ「今年一番の荒れ」車3台埋まる 各地で冠水被害相次ぐ“観測史上最大”の雨から一夜…名古屋では車200台が被害に【news23】|TBS NEWS DIG
Diakses dari:
https://www.youtube.com/watch?v=83CJiAV9fBw&t=2s
Penulis: Michael