Riris
•4 Desember 2025
Mengenal Gaya Hidup Kebersihan di Jepang yang Sudah Mengakar Sejak Dini

Lifestyle
Minna San, kebersihan di Jepang sepertinya sudah sangat terkenal, ya? Banyak area publik seperti di sekolah, taman, toko, rumah sakit, dan area lainnya terbebas dari sampah bersera
Minna San, kebersihan di Jepang sepertinya sudah sangat terkenal, ya? Banyak area publik seperti di sekolah, taman, toko, rumah sakit, dan area lainnya terbebas dari sampah berserakan.
Hal ini terjadi karena prinsip ini sudah ditanamkan sejak dini pada masyarakat Jepang. Yuk, simak informasi berikut untuk menambah pengetahuan tentang Jepang!
Sejarah Kebersihan di Jepang
O-souji (大掃除) merupakan kegiatan bersih-bersih secara besar-besaran yang dilakukan di akhir tahun untuk menyambut tahun baru dengan penuh rasa optimis. Pada awalnya tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghilangkan debu dan menyambut kedatangan dewa di rumah. Aktivitas ini dipercaya bermula dari era Heian (794–1185), kemudian diterapkan pula di era Edo (1603–1868), dan masih berlangsung hingga saat ini. O-souji (大掃除) juga erat kaitannya dengan filosofi ajaran Buddha dan Shinto, dimana bersih-bersih akhir tahun dipercaya dapat mendatangkan nasib baik. Selain kebersihan, filosofi ini juga berpegang pada harmoni dan penghormatan pada area komunal. Keyakinan bahwa area publik juga merupakan tanggung jawab bersama, membuat masyarakat Jepang berusaha menjaga keberlangsungan dan kebersihannya. Pola pikir inilah yang kemudian menjadi pegangan hidup masyarakat Jepang untuk menghargai dan menjaga lingkungan sekitarnya melalui kebersihan.Kebersihan dan Pendidikan
Prinsip kebersihan di Jepang juga diterapkan sejak dini pada dunia pendidikan. Terdapat pepatah sejak abad ke-17 yang menyatakan bahwa untuk mencapai pikiran yang jernih, maka lingkungan sekitar juga harus bersih. Para murid dinilai perlu menunjukan sikap rasa syukur dengan bertanggung jawab terhadap kebersihan area belajar yang ditempati. Oleh karena kebanyakan sekolah di Jepang tidak memiliki petugas kebersihan, maka murid-murid yang bertugas untuk membersihkan area belajar. Tidak hanya ruangan kelas, melainkan koridor dan juga toilet sekolah. Terdapat beberapa keuntungan yang didapat dari menerapkan sistem piket kebersihan di sekolah. Pertama, prinsip keadilan mengutamakan bahwa murid memiliki kedudukan yang sama dalam membersihkan area sekolah, sehingga siapapun bisa membersihkan area manapun di sekolah. Selanjutnya, piket secara perlahan dapat membentuk karakter siswa di masa depan melalui kerjasama tim dan gaya hidup disiplin. Hal ini dikarenakan pengerjaan piket dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, dimana semua orang memiliki tanggung jawab yang sama besar. Terakhir, pelaksanaan piket bisa membantu dalam menumbuhkan sikap sadar dan peduli pada lingkungan, dimana murid-murid bisa mulai menghormati ruangan kelas, sekolah, rumah, hingga lingkungan sekitar. Baca Juga: Mengintip Dunia Konbini: Cerminan Efisiensi dan Gaya Hidup Masyarakat Jepang