Mengintip Tradisi Omiyage: Buah-Buahan dengan Harga Fantastis di Jepang


DeltaWorks@pixabay
Minna-san, pernahkah Anda membayangkan sedang berdiri di toko buah, di mana setiap buah diletakkan di atas busa satin seperti perhiasan di toko emas, lalu dibungkus dengan kemasan premium? Pandangan kita terhenti di sebuah melon bulat sempurna dengan label harga yang fantastis, yaitu lebih dari 1 juta rupiah.
Selamat datang di dunia gift fruit Jepang, di mana buah bukan sekadar makanan sehat. Ada banyak makna di dalamnya: suatu pengorbanan dan ketulusan untuk diberikan kepada orang-orang penting. Menarik, bukan?Minna-san harus baca artikel ini sampai selesai, ya.
Buah Apa Saja yang Memiliki Harga Selangit?
Jepang terkenal dengan buah-buahan yang rasanya enak sekaligus harganya yang membuat kita takjub. Buah pertama bernama Yubari King Melon (夕張メロン), dan ia bukan melon sembarangan. Melon ini tumbuh secara eksklusif di kota kecil Yubari, Hokkaido, sebuah kota bekas tambang.
Harga melon ini bisa mencapai 5 juta yen, atau setara dengan sekitar 555 juta rupiah. Wow, menakjubkan, bukan? Biasanya melon Yubari ini dilelang setiap tahunnya. Selain melon, ada lagi buah yang begitu disukai banyak orang, yaitu semangka.
Orang Jepang menamainya Densuke. Sama seperti melon Yubari, semangka ini juga dibudidayakan di Hokkaido, Jepang. Semangka Densuke termasuk buah yang langka karena dalam setahun biasanya hanya diproduksi sebanyak 100 buah saja.
Harganya pun bisa mencapai Rp 86,7 juta.Buah dengan harga selangit lainnya adalah mangga, dikenal dengan nama Taiyo No Tamago (太陽のたまご). Kata Taiyo No Tamago dalam bahasa Jepang memiliki arti "telur matahari".
Mangga ini dibudidayakan di wilayah Miyazaki. Untuk satu kotak saja yang berisi dua buah, harganya bisa mencapai 52 juta rupiah. Mangga ini memiliki daging yang tebal, berwarna oranye terang, juicy, dan sangat dikenal karena kulitnya yang berwarna merah. Bagaimana, minna-san, semakin penasaran dengan rasanya? Tentu saja pasti sangat enak!
Kenapa Meski Mahal Tetap Dibeli?
Dalam budaya Jepang, terdapat tradisi omiyage, yaitu budaya memberi hadiah atau cendera mata kepada orang-orang penting, seperti keluarga dan atasan. Buah mewah adalah salah satu hadiah paling bergengsi yang bisa diberikan
Kata omiyage (お土産) terdiri dari dua huruf kanji, yaitu tsuchi (土) yang artinya "tanah" dan umu (産) yang berarti "produk". Jadi, pada dasarnya omiyage adalah produk lokal yang digunakan sebagai hadiah atau suvenir. Pada awalnya, kata miyage ditulis dengan huruf kanji (宮笥) yang artinya wadah makanan bagi para dewa (Prawira, 2020).
Tradisi ini sangat berpengaruh. Jadi, ketika seseorang datang membawa satu kotak kayu yang dihias dengan pita dan di dalamnya terdapat Yubari King, maka pesan yang tersampaikan adalah:"Makanan ini untukmu karena kamu sangat berharga."
Orang Jepang juga sangat memperhatikan detail dan kualitas karena mereka tidak mau mengecewakan orang yang akan diberi hadiah tersebut. Para petaninya pun tidak mau pelanggan kecewa, sehingga pada akhirnya mereka menanam dengan benar dan penuh kehati-hatian.
Penutup
"Mahal" di sini berarti "berharga": mahal karena kerja keras para petani yang merawat buah seperti bayi mereka sendiri, dan mahal karena diberikan kepada orang-orang tersayang. Masuk akal, bukan? Sangat masuk akal.
Kalau diberi kesempatan, buah mana yang paling ingin minna san coba? Ceritakan di kolom komentar! Tetap pantau Nande Nihon untuk info seputar budaya, festival, dan wisata Jepang lainnya
Referensi
Japan Web. (t.t.). Yubari Melon. Web Japan Kids Web. Diakses dari https://web-japan.org/kidsweb/local/yubari-melon/
Detikfood. (2021). Mewah! Ini 5 Buah Termahal di Jepang, Ada yang Mencapai Rp 672 Juta. Diakses dari https://food.detik.com/info-kuliner/d-5596684/mewah-ini-5-buah-termahal-di-jepang-ada-yang-mencapai-rp-672-juta
Prawira, I. A. (2020). [Judul skripsi]. Universitas LIA. Diakses dari https://eprints.universitaslia.ac.id/id/eprint/419/1/IRZA%20ADI%20PRAWIRA%20-%202016420003-10-16.pdf
JCB Special Offers. (t.t.). Budaya Memberi Hadiah di Jepang. Diakses dari https://www.specialoffers.jcb/id/tips/japan/culture/budaya-memberi-hadiah-di-jepang/
Herniwati, Risda, D., & Judiastri, M. D. (t.t.). Tatakrama Manner di Jepang sebagai Upaya Pemahaman Budaya Jepang. Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, FPBS, Universitas Pendidikan Indonesia. Chie: Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang, 9(1). https://doi.org/10.15294/chie.v9i1.43013