Tradisi Perayaan Hari Ulang Tahun Kaisar di Jepang

Minna san, tahukah jika di Jepang pada bulan Desember itu tidak ada hari libur nasional, namun dahulu terdapat hari libur nasional yakni pada tanggal 23 Desember. Hari libur itu dikenal sebagai tradisi perayaan hari ulang tahun Kaisar di Jepang.
Tradisi perayaan yang dimaksud adalah perayaan waktu kelahiran dari mantan Kaisar Akihito. Pada dasarnya tradisi ini mengalami perubahan waktu, seiring dengan adanya pergantian Kaisar di Jepang.
Tradisi Perayaan Hari Ulang Tahun Kaisar
Tradisi peringatan hari ulang tahun Kaisar atau 天皇誕生日 (Tennō Tanjōbi), merupakan hari libur nasional dengan tema merayakan kelahiran kaisar yang sedang berkuasa. Dalam bahasa Jepang, Kaisar disebut 天皇 (Tennō), dan “ulang tahun” adalah 誕生日 (Tanjōbi).
Perayaan ini dimulai sejak tahun 1948. Tennō Tanjōbi pertama kali dirayakan pada tanggal 29 April untuk menghormati Kaisar era Shōwa (Hirohito). Kaisar Hirohito lahir di Tokyo pada Periode Meiji dari putra kaisar yang saat itu sedang berkuasa.
Ayahnya naik takhta pada tahun 1912. Pada tahun 1921, Hirohito mengunjungi Eropa; kunjungan pertama bagi seorang putra mahkota Jepang. Kemudian calon Kaisar tersebut menikah pada tahun 1924 dan menjadi kaisar pada tahun 1926 (setelah menjabat sebagai wali untuk ayahnya).
Minna San, selama kaisar Hirohito menjadi pemimpin, era itu disebut periode Shōwa. Dalam sejarah Jepang, periode Shōwa berlangsung selama tahun 1926 hingga 1989 yang bertepatan dengan masa pemerintahan Kaisar Hirohito. Dua aksara Tionghoa (kanji) dalam nama Shōwa memiliki makna "Harmoni yang Tercerahkan".
Berdasarkan tambahan makna bahwa aksara kedua yakni (wa) umumnya digunakan dalam kata-kata yang yang berkaitan dengan Jepang. Pada periode ini Tennō Tanjōbi atau peringatan hari ulang tahun Kaisar diadakan setiap tanggal 29 April yang bertepatan dengan waktu kelahiran Kaisar Hirohito.
Perubahan Tanggal Hari Ulang Tahun Kaisar
Pada tanggal 7 Januari 1989, Kaisar Hirohito meninggal, dan kepemimpinan diganti oleh putranya yakni Kaisar Akihito. Pada era ini libur nasional dalam rangka perayaan hari ulang tahun Kaisar mengalami perubahan.
tanggal 23 Desember yang bertepatan dengan waktu kelahiran Kaisar Akihito menjadi hari libur nasional. Era tersebut memiliki nama era Heisei. Periode Heisei, (1989–2019) memiliki makna dua aksara Tionghoa (kanji) yang membentuk nama periode yang bermakna "Mencapai Perdamaian".
Kaisar Akihito menjadi pemimpin selama 30 tahun, namun pada tahun 2019, Kaisar Akihito memutuskan untuk turun takhta, dikarenakan faktor usia dan kondisi kesehatan yang dialaminya. Minna San, Kaisar Akihito merupakan pimpinan Jepang pertama yang turun takhta selama lebih dari dua abad kepemimpinan yang terdapat di Jepang.
Baca Juga : Tradisi Gagaku : Simfoni Alunan Musik Klasik Jepang yang Berusia Lebih dari 1000 tahun

Pasca turunnya Kaisar Akihito dan digantikan oleh anaknya yakni Kaisar Naruhito, hari libur nasional yang berkaitan dengan Tennō Tanjōbi juga berubah yakni menjadi tanggal 23 februari. Pada dasarnya ketika perayaan hari ulang tahun Kaisar ini dilakukan terdapat berbagai macam acara yang dilaksanakan.
Salah satu acara utama pada hari ulang tahun Kaisar adalah penampilan publiknya di Istana Kekaisaran di Tokyo. Kaisar dan Permaisuri menyapa publik dari balkon Aula Resepsi Chōwaden.
Pada tahun 2025, terdapat penampilan untuk tiga sesi dimulai dari pukul 10.20 pagi hingga 11.40 siang. Masyarakat sangat antusias untuk menghadiri acara ini, selama kegiatan tersebut dilaksanakan, pengibaran bendera nasional dilakukan untuk merayakan ulang tahun Kaisar.
Memahami Makna Tradisi Hari Ulang Tahun Kaisar
Tradisi Perayaan Ulang Tahun Kaisar yang termasuk hari libur nasional, bukan hanya sekedar tanggal merah untuk libur melainkan sebuah bentuk perayaan akan perkembangan dari negara Jepang itu sendiri.
Dikarenakan perayaan ulang tahun Kaisar yang sebelumnya di bulan Desember, saat ini berada di bulan Februari, jadi tidak ada hari libur nasional untuk bulan Desember di Jepang. Meskipun demikian, hari raya Natal yang berada di akhir tahun tetap bisa dinikmati di Negeri Sakura ya!
Minna San, itu merupakan pengenalan tradisi perayaan hari ulang tahun Kaisar di Jepang yang masuk dalam hari libur nasional, biar lebih paham dengan kosakata-kosakata Jepang, ayo ikut kelas bahasa Jepang dan baca artikel menarik lainnya tentang Jepang di Nande Nihon!
Referensi:
Emperor Hirohito-Atomic Heritage Fondation
The Emperor’s Birthday in Japan: History and Customs-belong in Japan
Baca Juga : Smart Farming, Solusi Terbaik untuk Masa Depan Pangan Jepang